Dimas Akbar Firmansyah
Filsafat Seni
Nama : Dimas Akbar Firmansyah
Kelas : R3L
NPM : 202146500932
Estetika
Secara etimologis, istilah kata "estetika" berasal dari bahasa Latin yaitu "aestheticus" atau bahasa Yunani "aestheticos", yang berarti merasa. Secara etimologis estetika dianggap sebagai hal-hal yang bisa diserap oleh panca indera manusia.
Dikutip dari buku Seni Budaya Jawa dan karawitan karya Arina Restian, dkk, pengertian estetika adalah ilmu atau filsafat yang mempelajari segala sesuatu tentang seni dan keindahan, serta bagaimana tanggapan manusia terhadapnya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi estetika yaitu cabang ilmu filsafat yang membahas tentang seni dan keindahan, beserta tanggapan manusia tentang hal tersebut. Sederhananya, KBBI juga mendefinisikan estetika sebagai kepekaan terhadap seni dan keindahan.
Sebagai teori seni, estetika membicarakan tentang tujuan penciptaan dan bagaimana karya seni itu dicipta, sehingga bisa memberikan suatu kenikmatan estetik. Namun, tidak hanya keindahan suatu karya, tapi mencakup segala hal yang berhubungan tentang kehidupan termasuk emosi, pengetahuan, kejiwaan dan lain-lain.
Ada beberapa unsur penting yang perlu diperhatikan dalam mengkaji nilai estetika pada suatu objek. Unsur estetika adalah bentuk, tema, warna dan motif.
Estetika berfungsi untuk menilai sesuatu yang baik atau yang buruk suatu objek. Estetika atau sebuah keindahan ini mempunyai banyak makna dan arti, karena setiap orang mempunyai pengertian estetikanya yang berbeda-beda.
Filsafat Seni
Filsafat seni adalah kajian masalah umum dan mendasar mengenai “apa itu seni?” secara sistematis melalui metode-metode ilmiah untuk mendapatkan pemahaman serta kebijaksanaan yang lebih baik dari berbagai pemahaman dan sesuatu yang telah disetujui saat ini.Intinya, melalui filsafat seni kita terus berusaha untuk mencari tahu mengenai seni baik dari sisi intrinsik (filsafat seni sebagai filsafat) maupun sisi ekstrinsiknya (bersangkutan dengan masyarakat, dsb).Filsafat adalah bidang ilmu yang harus dibarengi dengan pemahaman penuh pada dasar-dasar logika dan rasio yang digunakan untuk mempertanyakan dan mempersoalkan hakekat dasar dari suatu bidang. Di sini hanya akan dibahas berbagai pengetahuan umum dan mendasar perihal filsafat seni, tidak akan ada pertanyaan kontroversial ataupun pengolahan ide radikal.
Filsafat seperti pedang bermata dua, tanpa mengerti cara menggunakannya kita dapat melukai jendela pemikiran kita sendiri, atau yang lebih buruk: tidak akan mendapatkan apa-apa. Di bawah ini adalah tautan artikel yang menjelaskan pengertian, ciri, serta contoh filsafat yang dapat digali terlebih dahulu sebelum kita menyelami filsafat seni lebih jauh.
Etika
Filsafat etika memiliki 3 aliran besar yaitu :
1. Etika Deontologis
Etika Deontologis adalah nilai moral dari suatu tindakan pada sejauhmana tindakan itu merupakan ungkapan dari kewajibannya Jadi kalau suatu tindakan dilakukan murni demi kewajiban maka itu adalah tindakan yang baik tokoh pemikir etika deontologis.
2. Etika Keutamaan
Etika Keutamaan merupakan sebuah ekspresi dari suatu karakter generasi dari generasi semacam adat dan menjadi pedoman, dikarenakan menjamin kehidupan yang baik.
3. Etika Konsekuensialis
Etika konsekuensialis adalah etika yang berurusan dengan konsekuensi dari tindakan dan aliran ini juga umurnya sudah lama ada sejak zaman manusia ada yaitu tindakan baik adalah suatu yang menghasilkan hasil yang baik dan yang terpenting adalah hasil nya yang baik yang terkenal dari aliran ini adalah suatu penjelasan dari filsafat estetika yaitu ulitiarisme yang berbasis pada manfaat. Sejauh mana orang tersebut mengahasilkan manfaat.
Komentar
Posting Komentar